Arsip untuk September, 2008

Toleransi dikit donk!!!!!!!!!!

Kejadian ni aku alami waktu ngerjain tugas di sebuah warnet di kawasan manukan yang lumayan ramai. Waktu itu aku sedang ingin membayar ke petugas warnet atw yang njaga warnet. Pas mau bayar ga’ sengaja aku melihat semangkuk es buah terpampang di atas meja. Sepertinya si Penjaga warnet itu baru saja menghabiskan minumannya yang kaya’nya segeeeerrrrrrrrrrrr bgt. Bayangkan puasa yang panas gini minum es buah, duh rasanya pasti seger di tenggorokan. Bukannya imanku ga’ kuat tapiya sapa gitu yang ga’ tergoda meskipun dikkkkkittttttttt aja he he he.

Ya ga’ bermaksud marah pa gimana ya, tapi tolong donk toleransi dikit ama yang puasa. Si penjaga warnet itu secara ga’ sengaja menjadi penggoda di bulan puasa bagi orang yang puasa. Dengan kata lain “SETAN”(maaf). Ga’ tau si penjaga warnet tu beneran ga’ puasa(agama laen) pa ga’ niat puasa. Yang paling penting jaga sikap ja ma orang yang lagi puasa.

Komentar (10) »

Puasa pertama, Kacau!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Puasa pertamaku ga’ berjalan dgn lancar. Semua anggota keluargaku telat bangun sahur karena kelelahan setelah bepergian sehari penuh. Semuanya diawali dengan terdengarnya suara dari masjid yang berbunyi “imsak kurang 10 menit-imsak kurang 10 menit”. Aku kaget mendengarnya dan langsung saja aku membangunkan ibuku yang sedang tertidur pulas. Ternyata yg lebih parahnya lagi, ibuku lupa untuk memasak nasi jadi persediaan nasi ga’ ada sama sekali. Tanpa pikir panjang aku langsung memakan 2 tumpuk roti sebagai pengganjal perut dan cepat2 minum karena keburu imsak. Meskipun sedikit tersedak karena terburu-buru, aku paksakan saja roti tsb masuk ke dlm mulutku. Sungguh tragis Sahur pertamaku. Tapi untungnya waktu itu libur sekolah jadi ga’ seberapa berat njalaninnya. Lain kali aku akan bangun lebih awal dan akan ku pasang banyak alarm agar aku bisa bgn sahur dan ga’ telat lagi.

Komentar (8) »

Berharap tetap ada, Tapi………

Tak ku sangka semua ini harus terjadi. Semuanya begitu indah untuk dilupakan. Masa2 indah dengannya, kini hilang tak berbekas.

Semuanya pasti bingung dgn kata2 ku di atas. Itu smua ungkapan prasaanku sama “BOGA”ku tersayang. Sekarang aku dah gak ikut ekskul boga lagi di skul. Padahal aku udah terlanjur suka ma bga bahkan dah jadi SOULMATE. Itu semua karena satu persoalan yaitu guru yang biasanya ngajar boga tiba2 ngambil sebuah keputusan yang sangat menyakitkan di hatiku. Keputusannya adalah BOGA BUBAR. Pertama aku sich masih berharap dan teruz berharap agar boga tetap ada tapi keputusan “guru BOGA-Q” gak bisa dirubah lagi. Sakit rasanya mendengar hal itu terjadi. Aku beserta nada dan kaka’2 lainnya sudah susah payah mempromosikan ekskul BOGA pada waktu MOS. Tapi usaha kami ternyata sia2. Aku sampai merasa bersalah pada ade’ kelas yg udah daftar BOGA. Mereka harus kecewa karena ekskul BOGA ditiadakan.

Sekarang setiap hari sabtu yg biasanya aku sibuk sama BOGA tapi ga’ lagi. Paling klo ga’ ngerjain tugas ya nganggur di rumah. Abiz binggung mw ngapain lagi.

Dalam lubuk hatiku yang paling dalam sebenarnya aku “KANGEN BOGA”!!!!!!!!!!!!

Komentar (5) »